Jumat, 21 November 2008

tugas mr 2

Nama : ALINA PUSPITASARI / 3ea01
Judul : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEUNTUNGAN USAHATANI KAKAO DI SULAWESI TENGGARA
Topik: hal yang mempengaruhi pendapatan usaha tani kakao
Alamat Jurnal : http://ejournal.unud.ac.id/abstrac/(11)%20soca-dewi%20sahara-usahatani%20kakao.pdf
Nama Pengarang : Dewi Sahara, Dahya dan amiruudin syam
Tahun pembuatan : Akreditasi: No. 34/Dikti/Kep/2003
Analisis :
Latar belakang
Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan dari sub sektor perkebunan yang berkembang di Sulawesi Tenggara, sebagian besar diusahakan oleh petani dalam bentuk perkebunan rakyat. Komoditi ini mampu mengangkat perekonomian penduduk dan menjadi komoditas primadona dengan serapan tenaga kerja yang mencapai 101.062 KK (Dinas Perkebunan dan Hortikultura, 2003). Minat petani untuk mengembangkan tanaman kakao semakin meningkat, pada tahun 1998 terjadi pertambahan jumlah petani sebanyak 7.608 KK atau meningkat 9,71 % dari tahun 1997.
Tujuan
Dengan melonjaknya harga komoditi pertanian yang berorientasi ekspor maka petani terdorong untuk meningkatkan produksi dengan tujuan mendapatkan pendapatan atau keuntungan yang lebih tinggi. Keuntungan maksimum diperoleh apabila produksi per satuan luas pengusahaan dapat optimal, artinya mencapai produksi yang maksimal dengan menggunakan input produksi secara tepat dan berimbang
Sampel/objek
Petani kakao Desa Pinanggosi dan Aladadio, Kecamatan Lambadia. di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara.
Model
Untuk melihat hubungan antara keuntungan dan faktor- faktor yang mempengaruhinya dipergunakan model fungsi keuntungan Cobb-Douglas. keadaan iklim,
tanah, dan topografi
Alat analisis & PEMBAHASAN
Analisis Finansial Usahatani biaya dan penerimaan. Biaya yang dimasukkan dalam penelitian ini meliputi semua biaya yang dikeluarkan petani untuk proses produksi selama satu tahun. Pendapatan bersih atau keuntungan petani yang diperoleh dari penerimaan setelah dikurangi dengan biaya produksi . Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting dalam melaksanakan kegiatan usahatani, bahkan kekurangan tenaga kerja dapat mengakibatkan turunnya produksi. Tapi upah tenaga kerja tidak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap tingkat keuntungan petani.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat keuntungan usahatani kakao secara nyata adalah luas areal dan harga pupuk. Keuntungan maksimal akan diperoleh petani dengan memperluas areal pertanaman dan meningkatkan penggunaan pupuk sampai batas rekomendasi dosis pemupukan





Nama : ALINA PUSPITASARI / 3ea01
Judul : EVALUASI PENERAPAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN DI TINGKAT PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KELURAHAN BORONGLOE, KECAMATAN BONTOMARANNU, KABUPATEN GOWA
Topik: faktor yang mempengaruhi teknologi pemupukan terhadap pendapatan petani
AlamatJurnal:http://stppgowa.ac.id/download/Vol_2_No_2_2006_sosek/3.pdf
Nama Pengarang : Mulyani AM, P . Tandi Bella dan Abdul Hafid
Analisis :
Latar Belakang
Visi pengembangan pertanian yakni, terwujudnya masyarakat yang sejahtera khususnya petani melalui pembangunan sistem agrobisnis dan usaha agrobisnis yang berdaya saing. Karena produksinya yang berupa beras disajikan sebagai bahan makanan pokok masyarakat bangsa Indonesia, oleh karena itu beras memegamg peran penting dalam kehidupan politik dan perekonomian bangsa.
Tujuan
Penilitian bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani tentang penerapan sistem pemupukan pada lahan usahatani padi sawah, tujuan meningkatkan hasil dan pendapatan serta kesejahteraan.
Sampel/objek
Komunitas anggota kelompok tani padi sawah di kelurahan Borongloe kecamatan Bontomarannu kabupaten Gowa.
Model
Penggunaan pupuk urea, pupuk SP36, pupuk KCL, pupuk kandang
Alat analisis & Pembahasan
Dianalisis dengan menggunakan skala nilai (rating scale). Hasil kajian dan pembahasan tingkat adopsi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap penerapan teknologi pemupukan adalah meliputi tingkat pendidikan , luas lahan garapan, status kepemilikan , umur dan tanggunan keluarga. Makin tinggi tingkat pendidikan seorang semakin cepat dalam proses alih teknologi, semakin luas lahan garapan semakin mampu memberikan jaminan hidup sebagai sumber pendapatan keluarga, semakin tua umur petani maka kemampuan kerjanya relatif semakin menurun, tanggungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat memotivasi untuk melakukan suatu tindakan dalam penggunaan teknologi pemupukan padi sawah.
Kesimpulan
Tingkat adopsi petani terhadap penerapan sistem pemupukan pada padi sawah dengan pupuk anorganik masih rendah. Faktor-faktor yang menghambat dalam penerapan teknologi pemupukan padi sawah adalah rendahnya tingkat pendidikan petani, sempitnya luas lahan garapan, status kepemilikan lahan, dan rendahnya frekuensi kehadiran penyuluhan dalam memberikan bimbingan kepada petani.

Tidak ada komentar: